Selamat datang di tfq architects

Assalamualaikum
saya Taufiq Rahman ,ST, salam kenal, dalam blog ini saya ingin berbagi pengalaman, bertukan fikiran dan wawasan seputar dunia desain arsitektur dan interior, saling memberikan info saran dan kritik.
Dan juga terdapat tips trik seputar desain rumah, interior, renovasi rancang bangun.
Kami menerima jasa desain rancang dan bangun rumah dan interior, merenovasi, memperbaiki kerusakan rumah anda.
wassalam

Taufiq Rahman, ST.
(architect)
Office : Jln. ARS. Muhammad no.2 klandasan ulu rt.29 balikpapan kota, kalimantan timur
tlp/wa : 0812 1880 45 12, pin BB : 7DC4D2DF, web : www.tfqarchitects.blogspot.com, email : tfqabufaris@gmail.com,
fanpage : tfq architects, fb group : belajar arsitektur dan interior

Rabu, 04 Maret 2015

***bg1 Rahasia Syukur, Sabar, dan Istighfar***edisi khusus***

Dalam mukaddimah kitab Al Waabilush Shayyib, Imam Ibnul Qayyim mengulas tiga hal di atas dengan sangat mengagumkan. Beliau mengatakan bahwa kehidupan manusia berputar pada tiga poros: Syukur, Sabar, dan Istighfar. Seseorang takkan lepas dari salah satu dari tiga keadaan:

1- Ia mendapat curahan nikmat yang tak terhingga dari Allah, dan inilah mengharuskannya untuk bersyukur.Syukur memiliki tiga rukun, yang bila ketiganya diamalkan, berarti seorang hamba dianggap telah mewujudkan hakikat syukur tersebut, meski kuantitasnya masih jauh dari 'cukup'. Ketiga rukun tersebut adalah:

Mengakui dalam hati bahwa nikmat tersebut dari Allah.Mengucapkannya dengan lisan.Menggunakan kenikmatan tersebut untuk menggapai ridha Allah, karena Dia-lah yang memberikannya.

Inilah rukun-rukun syukur yang mesti dipenuhi

2- Atau, boleh jadi Allah mengujinya dengan berbagai ujian, dan kewajiban hamba saat itu ialah bersabar. Definisi sabar itu sendiri meliputi tiga hal:

Menahan hati dari perasaan marah, kesal, dan dongkol terhadap ketentuan Allah.Menahan lisan dari berkeluh kesah dan menggerutu akantakdir Allah.Menahan anggota badan dari bermaksiat seperti menampar wajah, menyobek pakaian, (atau membanting pintu, piring) dan perbuatan lain yang menunjukkan sikap 'tidak terima' terhadap keputusan Allah.

Perlu kita pahami bahwa Allah menguji hamba-Nya bukan karena Dia ingin membinasakan si hamba, namun untuk mengetes sejauh mana penghambaan kita terhadap-Nya. Kalaulah Allah mewajibkan sejumlah peribadatan (yaitu hal-hal yang menjadikan kita sebagai abdi/budak-nya Allah) saat kita dalam kondisi lapang; maka Allah juga mewajibkan sejumlah peribadatan kala kita dalam kondisi sempit.
===
Lanjut ke bg 2
===
www.waytosunnah.com
www.ibnuumar.sch.id
Www.abdansyakuro.com
7f9d87a1

gambar kerja lengkap